BATANG BLOG

Contoh Surat | Pidato | RPP I Silabus | Pendidikan

Cara Cek NUPTK ( Nomor Induk Pendidik dan Tenaga Kependidikan )

Cara Cek NUPTK ( Nomor Induk Pendidik dan Tenaga Kependidikan ) - NUPTK terdiri dari 16 angka yang bersifat tetap karena NUPTK yang dimiliki seorang PTK tidak akan berubah meskipun yang bersangkutan telah berpindah tempat mengajar , perubahan riwayat status kepegawaian dan atau terjadi perubahan data lainnya.

Manfaat  NUPTK

Manfaat untuk tenaga pendidik yang memiliki NUPTK adalah:

1. Berpartisipasi dalam sebuah proses/mekanisme pendataan secara nasional sehingga dapat membantu pemerintah dalam merencanakan berbagai program peningkatan kesejahteraan bagi tenaga pendidik.

2. Mendapatkan nomor identifikasi resmi dan bersifat resmi dan bersifat nasional dalam mengikuti berbagai program/kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat/daerah. 

Bagaimana Memiliki NUPTK

PTK dapat memiliki NUPTK dengan cara mengisi kuisioner Pengajuan NUPTK, pengisian kuesioner Pengajuan harus dengan lengkap, benar dan rasional sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

Persyaratan mendapatkan  NUPTK

1.       Pendidik dan Tenaga Kependidikan Warga Negara Indonesia
2.       Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang memiliki Satuan Administrasi Pangkal (Sekolah Induk) yang jelas pada jenjang pendidikan dasar dan menengah
3.       Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada jalur pendidikan formal-non formal baik yang berada di bawah binaan Kementerian Pendidikan Nasional maupun Kementerian Agama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
4.       Pendidik dan tenaga kependidikan yang masih aktif melaksanakan tugas sesuai dengan kewajibannya.
5.       Usia pendidik dan tenaga kependidikan setinggi-tingginya 60 th.
6.      Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang memiliki masa kerja serendah-rendahnya ( minimal ) 2 tahun tanpa putus yang dibuktikan dengan melampirkan SK Tugas dari Kepala Sekolah/Instansi bagi PTK non-PNS.

Cara Cek Nuptk Secara Online ini  sudah tersedia secara online sejak Mei 2013 yang bisa dengan mudah di cek dari situs yang dipersiapkan pemerintah yaitu padamu.kemdikbud.go.id. Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang terdiri dari 16 angka ini berlaku nasional. 
Sebagaimana diketahui, pada Juni 2013 ada pemutakhiran data NUPTK dengan sistem verifikasi dan validasi yang membuat PTK bersangkutan harus mengunduh formulir yang ada dan mencetak serta mengisinya dengan lengkap. 

Untuk mengecek NUPTK, anda harus masuk ke situs beralamat http://padamu.kemdikbud.go.id
 
Cara Cek Nuptk Secara Online 
Cara pengecekan :
 
  • Ketikan NUPTK, atau ketik nama.
  • kotak lokasi sekolah induk, isikan kota bersangkutan, klik nama kab yang dipilih.
  • Klik Cari Data
  • Dari nama sampai dengan lokasi daerah anda .
Demikian informasi tentang Cara Cek NUPTK ( Nomor Induk Pendidik dan Tenaga Kependidikan ) semoga bermanfaat bagi anda , dan terima kasih atas kunjunganya.

Racika Palm Batang

Racika Palm Batang -  RACIKA PALM merupakan sebuah komunitas pecinta alam remaja kabupaten batang yang tergabung dari individu-individu dengan latar belakang dan komitmen yang kuat dalam kegiatan penggiat alam . Racika palm terbentuk pada 6 November 1995 dan disyahkan/diresmikan pada tanggal 28 Nopember 1995 di Puncak Gunung Ungaran. Keberadaan organisasi tersebut merupakan salah satu dari kelompok pecinta alam yang bersinergi dalam satu wadah untuk pelestarian dan konservasi sumber daya alam, bertujuan mewujudkan pengelolaan sumber alam melalui kearifan lokal dalam mengelola dan mengontrol segala sumber daya yang tersedia beserta seluruh potensinya sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan dan kelestarian lingkungan serta kesetaraan antara sesama pecinta alam.
Mengingat pentingnya menyatukan potensi yang mempunyai kesamaan visi, maka pada tanggal 28 November 1995 disepakatilah RACIKA PALM sebagai wadah untuk menempung potensi para pecinta alam dalam mencapai tujuan bersama. Legalitas yang dipilih adalah perkumpulan kelompok Pecinta Alam. Adapun secara resmi  organasasi RACIKA PALM Batang terdaftar dalam Kantor KESBANGTIBLINMAS Kabupaten Batang sejak Tahun 2004 sebagai salah satu lembaga yang bergerak pada bidang kepecinta alaman, pelestarian alam lingkungan dan Manusia.
Untuk anggotanya terdiri dari mahasiswa, pelajar dan pemuda pecinta alam yang giat dalam berorganisasi di bidang alam dan sekitar.

Cara Mencari dan Melihat NISN ( Nomor Induk Siswa Nasional )

Cara Mencari dan Melihat NISN ( Nomor Induk Siswa Nasional ) - Nisn adalah nomor induk siswa nasional. Yang dibuat oleh dinas pendidikan untuk I'd siswa nasional dan berlaku selamanya.
Cara cepat mencari NISN siswa untuk saat ini sudah dapat anda lakukan karena NISN atau nomor induk siswa nasional sudah dapat dilihat melalui situs internet. Tentunya kabar ini merupakan kabar baik yang akan semakin mempermudah bagi anda para siswa untuk mengetahui NISN.

Meskipun sudah dipermudah dengan akses melalui situs internet, ternyata ada beberapa siswa yang masih kebingunan dalam mencari NISN. Sangat disayangkan bukan? Dengan kemajuan teknologi yang sudah pesat, hanya sekedar mencari NISN di situs internet pun masih bingung. Namun, anda tak perlu khawatir, saat ini banyak tutorial yang menguraikan hal-hal yang berkaitan dengan cara cepat mencari NISN siswa yang dapat menjadi media belajar anda dalam mempelajari tahap-tahap dalam cara cepat mencari NISN siswa.

Nah, untuk itu pada kesempatan kali ini admin akan membagikan info mengenai cara cepat mencari NISN siswa. Apabila anda tertarik atau pun anda juga masih bingung, silahkan simak uraian berikut ini.

Cara cepat mencari NISN siswa

1. Hal pertama yang harus anda lakukan yaitu mengunjungi situs resmi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu http://nisn.data.kemdikbud.go.id/page/data

2. Langkah selanjutnya yaitu dengan klik tab "pencarian berdasakan nama"




3. Ketikkan nama siswa, tempat lahir dan juga tanggal lahir pada kolom yang sudah tersedia. Pastikan bahwa setiap ejaan data yang anda masukkan sesuai dengan data diri anda. Setelah anda yakin semua benar, klik tombol "cari" untuk dilakukan proses pencarian.



4. Tunggu beberapa saat hingga proses pencarian selesai dan secara ototmatis NISN anda akan muncul.
Demikian Cara Mencari dan Melihat NISN ( Nomor Induk Siswa Nasional ) semoga bermanfaat bagi siwa yang sedang mencari NISN ..terima kasih atas kunjunganya

Contoh Surat Pernyataan

Contoh Surat Pernyataan - surat pernyataan adalah sebuah surat yang menenegaskan kepada kita untuk menyatakan sesuatu , seperti surat pernyataan belum pernah, surat pernyataan kesanggupan dan lainya...

Dan berikut adalah sebuah contoh surat pernyataan belum memiliki NUPTK

SURAT PERNYATAAN
( ditengah dan bergaris bawah)

Bersama surat ini kami yang bertandatangan di bawah ini :
Nama: akhmad khaerudin
Peg Id: .
Unit Kerja: .
Kabupaten/Kota: .

Mengajukan permohonan pengajuan NUPTK dan menyatakan dengan sesungguhnnya bahwa saya belum pernah memiliki NUPTK sebelumnya. Apabila di kemudian hari terbukti saya telah memiliki NUPTK, maka saya bersedia untuk dibatalkan penerbitan NUPTK baru tersebut beserta semua hak yang melekat di dalamnya.

Mengetahui Pemohon
Operator NUPTK Kab/Kota


Akhmad khaerudin.



Demikian contoh surat pernyataan , semoga artikel ini bermanfaat dan terima kasih atas kunjunganya

Pengembangan Program Bimbingan Konseling

Pengembangan Program Bimbingan Konseling  - layanan BK atau bimbingan Konseling  adalah  kegiatan  terencana berdasarkan pengukuran kebutuhan (need asessment) yang diwujudkan dalam bentuk program bimbingan dan konseling. Program bimbingan dan konseling di sekolah dapat disusun secara makro untuk 3 (tiga) tahun, meso 1 (satu) tahun dan mikro sebagai kegiatan operasional dan memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan khusus yang ada sekolah masing-masing. Program ini menjadi landasan  terukur layanan profesional yang diberikan oleh konselor di sekolah.
Program BK ini disusun berdasarkan struktur program dan bimbingan dan konseling perkembangan berikut : 
1. Komponen (Struktur) Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah
Struktur program bimbingan diklasifikasikan ke dalam empat jenis layanan, yaitu : (a) layanan dasar bimbingan; (b) layanan responsif, (c) la- yanan perencanaan individual, dan (d) layanan dukungan sistem. Keterkaitan keempat komponen program bimbingan dan konseling ini dapat digambarkan pada gambar 1.
komponen layan BK
Gambar 1. Komponen Program BK
a.  Layanan Dasar Bimbingan
1) Pengertian
Layanan dasar bimbingan diartikan sebagai “proses pemberian bantuan kepada semua siswa (for all) melalui kegiatan-kegiatan secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka membantu perkembangan dirinya secara optimal”.
2) Tujuan
Layanan ini bertujuan untuk membantu semua siswa agar memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh keterampilan dasar hidupnya, atau dengan kata lain membantu siswa agar mereka dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya. Secara rinci tujuan layanan dirumuskan sebagai upaya untuk membantu siswa agar : (1) memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, sosial budaya dan agama), (2) mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya, (3) mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya, dan (4) mampu mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya.
3) Materi
Untuk mencapai tujuan tersebut, kepada siswa disajikan materi layanan yang menyangkut aspek-aspek pribadi, sosial, belajar dan karir. Semua ini berkaitan erat dengan upaya membantu siswa dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Materi layanan dasar bimbingan dapat diambil dari berbagai sumber, seperti majalah, buku, dan koran. Materi yang diberikan, disamping masalah yang menyangkut pengembangan sosial-pribadi, dan belajar, juga materi yang dipandang utama bagi siswa SLTP/SLTA, yaitu yang menyangkut karir. Materi-materi tersebut, di antaranya : (a) fungsi agama bagi kehidupan, (b) pemantapan pilihan program studi, (c) keterampilan kerja profesional, (d) kesiapan pribadi (fisik-psikis, jasmaniah-rohaniah) dalam menghadapi pekerjaan, (e) perkembangan dunia kerja, (f) iklim kehidupan dunia kerja, (g) cara melamar pekerjaan, (h) kasus-kasus kriminalitas, (i) bahayanya perkelahian masal (tawuran), dan (j) dampak pergaulan bebas. Materi lainnya yang dapat diberikan kepada para siswa adalah sebagai berikut:
  • Pengembangan self-esteem.
  • Pengembangan motif berprestasi.
  • Keterampilan pengambilan keputusan.
  • Keterampilan pemecahan masalah.
  • Keterampilan hubungan antar pribadi atau berkomunikasi.
  • Memahami keragaman lintas budaya.
  • Perilaku yang bertanggung jawab.
b.  Layanan Responsif
1) Pengertian
Layanan responsif merupakan “pemberian bantuan kepada siswa yang memiliki kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera”.
2) Tujuan
Tujuan layanan responsif adalah membantu siswa agar dapat memenuhi kebutuhannya dan memecahkan masalah yang dialaminya atau membantu siswa yang mengalami hambatan, kegagalan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya.
Tujuan layanan ini dapat juga dikemukakan sebagai upaya untuk mengintervensi masalah-masalah atau kepedulian pribadi siswa yang muncul segera dan dirasakan saat itu, berkenaan dengan masalah sosial-pribadi, karir, dan atau masalah pengembangan pendidikan.
3) Materi
Materi layanan responsif bergantung kepada masalah atau kebutuhan siswa. Masalah dan kebutuhan siswa berkaitan dengan keinginan untuk memahami tentang suatu hal karena dipandang penting bagi perkembangan dirinya yang positif. Kebutuhan ini seperti kenginan untuk memperoleh informasi tentang bahaya obat terlarang, minuman keras, narkotika, pergaulan bebas dan sebagainya.
Masalah siswa lainnya adalah yang berkaitan dengan berbagai hal yang dialami atau dirasakan mengganggu kenyamanan hidupnya atau menghambat perkembangan dirinya yang positif, karena tidak terpenuhi kebutuhannya, atau gagal dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Masalah siswa pada umumnya tidak mudah diketahui secara langsung tetapi dapat dipahami melalui gejala-gejala perilaku yang ditampilkannya.
Masalah (gejala masalah) yang mungkin dialami siswa di antaranya : (a) merasa cemas tentang masa depan, (b) merasa rendah hati, (c) berperilaku impulsif (kekanak-kanakan atau melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkannya secara matang), (d) membolos dari sekolah, (e) malas belajar, (f) kurang memiliki kebiasaan belajar yang positif, (g) kurang bisa bergaul, (h) prestasi belajar rendah, (i) malas beribadah, (j) masalah pergaulan bebas (free sex), (k) masalah tawuran, (l) manajemen stress, dan (m) masalah dalam keluarga.
Untuk memahami kebutuhan dan masalah siswa dapat ditempuh dengan cara menganalisis data siswa, baik yang bersumber dari inventori tugas-tugas perkembangan (ITP), angket siswa, wawancara, observasi, sosiometri, daftar hadir siswa, leger, psikotes dan daftar masalah siswa atau alat ungkap masalah (AUM).
c.  Layanan Perencanaan Individual
1) Pengertian
Layanan ini diartikan “proses bantuan kepada siswa agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan masa depannya berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya, serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya”.
2) Tujuan
Layanan perencanaan individual bertujuan untuk membantu siswa agar (1) memiliki pemahaman tentang diri dan lingkungannya, (2) mampu merumuskan tujuan, perencanaan, atau pengelolaan terhadap perkembangan dirinya, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir, dan (3) dapat melakukan kegiatan berdasarkan pemahaman, tujuan, dan rencana yang telah dirumuskannya.
Tujuan layanan perencanaan individual ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya memfasilitasi siswa untuk merencanakan, memonitor, dan mengelola rencana pendidikan, karir, dan pengembangan sosial-pribadi oleh dirinya sendiri. Isi atau materi perencanaan individual adalah hal-hal yang menjadi kebutuhan siswa untuk memahami secara khusus tentang perkembangan dirinya sendiri. Dengan demikian meskipun perencanaan individual ditujukan untuk memandu seluruh siswa, layanan yang diberikan lebih bersifat individual karena didasarkan atas perencanaan, tujuan dan keputusan yang ditentukan oleh masing-masing siswa. Melalui layanan perencanaan individual, siswa dapat:
  • Mempersiapkan diri untuk mengikuti pendidikan lanjutan, merencanakan karir, dan mengembangkan kemampuan sosial-pribadi, yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya, informasi tentang sekolah, dunia kerja, dan masyarakatnya.
  • Menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya dalam rangka pencapaian tujuannya.
  • Mengukur tingkat pencapaian tujuan dirinya.
  • Mengambil keputusan yang merefleksikan perencanaan dirinya.
3) Materi
Materi layanan perencanaan individual berkaitan erat dengan pengembangan aspek akademik, karir, dan sosial-pribadi. Materi pengembangan aspek (a) akademik meliputi : memanfaatkan keterampilan belajar, melakukan pemilihan pendidikan lanjutan atau pilihan jurusan, memilih kursus atau pelajaran tambahan yang tepat, dan memahami nilai belajar sepanjang hayat; (b) karir meliputi : mengeksplorasi peluang-peluang karir, mengeksplorasi latihan-latihan pekerjaan, memahami kebutuhan untuk kebiasaan bekerja yang positif; dan (c) sosial-pribadi meliputi : pengembangan konsep diri yang positif, dan pengembangan keterampilan sosial yang efektif.
d. Layanan Dukungan Sistem
Ketiga komponen program, merupakan pemberian layanan BK kepada siswa secara langsung. Sedangkan dukungan sistem merupakan komponen layanan dan kegiatan manajemen yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada siswa atau memfasilitasi kelancaran perkembangan siswa. Dukungan sistem adalah kegiatan-kegiatan manajemen yang bertujuan untuk memantapkan, memelihara, dan meningkatkan program bimbingan secara menyeluruh melalui pengembangan profesinal; hubungan masyarakat dan staf, konsultasi dengan guru, staf ahli/penasehat, masyarakat yang lebih luas; manajemen program; penelitian dan pengembangan (Thomas Ellis, 1990).
Program ini memberikan dukungan kepada guru pembimbing dalam memperlancar penyelenggaraan layanan diatas. Sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan di sekolah. Dukungan sistem ini meliputi dua aspek, yaitu : (1) pemberian layanan, dan (2) kegiatan manajemen.
1) Pemberian Layanan Konsultasi/Kolaborasi
Pemberian layanan menyangkut kegiatan guru pembimbing (konselor) yang meliputi (a) konsultasi dengan guru-guru, (b) menyelenggarakan program kerjasama dengan orang tua atau masyarakat, (c) berpartisipasi dalam merencanakan kegiatan-kegiatan sekolah, (d) bekerjasama dengan personel sekolah lainnya dalam rangka mencisekolahakan lingkungan sekolah yang kondusif bagi perkembangan siswa, (e) melakukan penelitian tentang masalah-masalah yang berkaitan erat dengan bimbingan dan konseling.
2) Kegiatan Manajemen
Kegiatan manajemen merupakan berbagai upaya untuk memantapkan, memelihara, dan meningkatkan mutu program bimbingan dan konseling melalui kegiatan-kegiatan (a) pengembangan program, (b) pengembangan staf, (c) pemanfaatan sumber daya, dan (d) pengembangan penataan kebijakan.
Secara operasional program disusun secara sistematis sebagai berikut :
  • Rasional berisi latar belakang penyusunan pogram bimbingan didasarkan atas landasan konseptual, hukum maupun empirik
  • Visi da misi, berisi harapan yang diinginkan dari layanan Bk yang mendukung visi , misi dan tujuan sekolah
  • Kebutuhan layanan bimbingan, berisi data kebutuhan siswa, pendidik dan isntitusi terhadap layanan bimbingan. Data diperoleh dengan mempergunakan instrumen yang dapat dipertanggungjawabkan
  • Tujuan, berdasarkan kebutuhan ditetapkan kompetensi yang dicapai siswa berdasarkan perkembangan
  • Komponen program: (1) layanan dasar, program yang secara umum dibutuhkan oleh seluruh siswa pertingkatan kelas; (2) layanan responsif, program yang secara khusus dibutuhakn untuk membatu para siswa yang memerlukan layanan bantuan khusus; (3)  layanan perencanaan individual, program yang mefasilitasi seluruh siswa memiliki kemampuan mengelola diri dan merancang masa depan; dan (4) dukungan sistem, kebijakan yang mendukung keterlaksanaan program, program jejaring baik internal sekolah maupun eksternal
  • Rencana operasional kegiatan
  • Pengembagan tema atau topik (silabus layanan)
  • Pengembangan satuan layanan bimbingan
  • Evaluasi
  • Anggaran
Program disusun bersama oleh personil bimbingan dan konseling dengan memperhatikan kebutuhan siswa, mendukung kebutuhan pendidik untuk memfasilitasi pelayanan perkembangan siswa secara optimal dalam pembelajaran dan mendukung pencapaian tujuan, misi dan visi sekolah. Program yang telah disusun disampaikan pada semua pendidik di sekolah pada rapat dinas agar terkembang jejaring layanan yang optimal.
Terkait dengan peran pengawas sekolah, pengawas dapat melakukan pembinaan dan pengawasan “apakah sekolah memiliki program bimbingan dan konseling?”. Pimpinan sekolah dan personil bimbingan (guru pembimbing/konselor) harus didorong untuk menyusun program bimbingan. Jika program sudah ada personil bimbingan dan pimpinan sekolah didorong untuk melakukan kajian apakah program sudah memfasilitasi kebutuhan peserta didik dan mendukung ketercapaian visi, misi dan tujuan sekolah. Pengawas juga mendorong pimpinan sekolah dan konselor untuk menyampaikan program pada rapat dinas sekolah sehingga semua pendidik di lingkungan sekolah mengetahui, memahami dan dapat mengembangkan jejaring dalam peran fungsinya masing-masing.

[Diambil dari: Depdiknas.2008. Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Bahan Belajar Mandiri Pelatihan Pengawas Sekolah), Jakarta: Direktorat Tenaga Kependidikan. Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan]
Demikian artikel batang kali ini yang berjudul Pengembangan Program Bimbingan Konseling , teima kasih atas kunjunganya semoga bermanfaat bagi anda para konselor pendidikan,